Ilustrasi cerpen Cinta di Atas Kertas. Foto: Unsplash Cerpen - Malam telah meninggalkan senja. Tak ada lagi sisa jingga di sudut cakrawala. Hanya guratan senyum yang masih tersisa di sepasang mata seorang gadis yang tengah duduk di teras rumah. Senyum dari pujaan hati yang selama ini selalu dicintainya. Seorang lelaki yang selalu diharapkannya dan diyakininya kelak menjadi imam untuk dirinya dan menjadi ayah dari anak-anaknya. Lelaki itu adalah Adhi. Seorang perantau yang bekerja sebagai kuli bangunan. Tubuhnya proporsional, dengan otot-otot menyembul dari kedua lengannya. Wajahnya tampan dengan kulit sawo matang. Senyumnya yang manis serta mata yang sipit adalah khas darinya. Tika – gadis manis dengan mata yang meneduhkan seperti teduh perasaan hatinya terhadap Adhi – tengah menyaksikan purnama yang baru terbangun dari tidur. Dari purnama itu, ia melihat kekasihnya. Sementara suara samar dari jangkrik yang bernyanyi seakan menjelma bagai bisikan kasih dan cinta. Ya, begit...
JagatAksara muncul bermula karena tugas kuliah yang kemudian diisi penulis dengan karya yang lahir dari kegabutan-kegabutan berfaedah. Sila baca jika ingin gabutmu berfadeah!